Ruang kelas X.Kom di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang biasa digunakan untuk kegiatan perkuliahan, belakangan ini sempat beberapa kali dikeluhkan. Permasalahan yang timbul disebabkan adanya gangguan listrik berulang, di mana listrik padam secara tiba-tiba dan sering kali berdampak pada kegiatan belajar mengajar di kelas.
Terjadinya gangguan listrik di ruang perkuliahan ini pun menuai berbagai respons mahasiswa hingga dosen. Raisya Damayanti, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2024 FISIP ULM menjelaskan bahwa saat kegiatan pembelajaran, listrik kerap kali mati secara mendadak. “Setelah beberapa menit dihidupkan, listriknya kembali mati,” jelasnya dalam wawancara langsung, Selasa (18/11).
Keluhan tak hanya datang dari mahasiswa, Wisnu Putra Danarto selaku Dosen Geografi FISIP ULM juga menimpali, gangguan listrik ini menyulitkan dosen untuk menyampaikan materi perkuliahan. “Tentu saja berdampak pada kegiatan pembelajaran. Saat listrik mati saya lumayan terganggu untuk mengajar. Mahasiswa pun terganggu fokus belajarnya.” tungkasnya saat wawancara daring, Kamis (24/11).
Umumnya, mahasiswa FISIP ULM menjalani perkuliahan bersama satu angkatan. Mengambil contoh, Prodi Ilmu Komunikasi 2024 FISIP ULM yang tercatat berisikan 148 mahasiswa. Hal ini menuntut kapasitas ruangan yang mumpuni serta kehadiran fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan perkuliahan, seperti dijelaskan oleh Dwi Aulia Ningtyas, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2025 ULM.
“Gangguan listrik yang terjadi mengakibatkan ruangan menjadi panas dan mengganggu fokus mahasiswa. Dosen tidak dapat menggunakan mikrofon sehingga suaranya kurang terdengar ke seluruh kelas dan mengakibatkan kegiatan belajar kurang efektif,” ujar Dwi dalam wawancara daring, Selasa (18/11).
Selaras dengan Dwi, Raisya mengungkapkan bahwa permasalahan listrik yang berulang dapat mempengaruhi konsentrasi dosen dan mahasiswa. “Fokus dosen dalam memberikan materi perkuliahan juga hilang. Kebetulan, diberitahu oleh staf ULM bahwa listrik bisa dinyalakan kembali oleh mahasiswa melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) yang terletak di bagian luar kelas. Akan tetapi, saya harus bolak-balik untuk menyalakannya,” keluhnya.
Menanggapi berbagai keluhan yang ada, Mahardika Yunanto selaku Staf Bagian Umum dan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) FISIP ULM mengatakan bahwa permasalahan terkait gangguan listrik di X.Kom telah ditindaklanjuti sejak Jumat (14/11) lalu.
Usai ditelusuri lebih lanjut, penyebab utama dari gangguan listrik adalah tegangan arus listrik yang tidak stabil. ”Untungnya tidak ada aliran listrik yang terputus secara otomatis oleh perangkat pengaman atau trip,” tambahnya.
Meski penyebab gangguan telah diidentifikasi, pengalaman belajar di ruang X.Kom membuat mahasiswa semakin menyadari pentingnya peningkatan fasilitas penunjang kegiatan belajar, seperti diungkapkan oleh Raisya. “Harapannya watt listrik bisa ditingkatkan dan semua fasilitas yang ada dapat berfungsi dengan baik, seperti air conditioner (AC). Ini juga supaya mahasiswa maupun dosen tidak kepanasan sehingga dapat fokus dalam kegiatan belajar,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wisnu selaku dosen juga turut menyampaikan harapannya agar fasilitas di gedung lama FISIP ULM bisa terus diupayakan untuk ditingkatkan lagi, seperti dengan adanya pembaharuan. “Fasilitas yang ada harus dicek kembali apakah terdapat kerusakan, misalnya AC yang mati dan papan tulis yang perlu diperbaharui,” tutupnya.
AIG, JEA









Leave a Reply