BANJARMASIN, Kalimantan Selatan – Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) Kampoeng Seni Boedaja Universitas Lambung Mangkurat (KSB ULM) kembali menggelar Pentas Tunggal Anggota Muda XVIII bertema “Langkah Baimbai, Bakti Manuntung”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anggota muda untuk berproses seni secara langsung melalui pengalaman, pembelajaran, dan keterlibatan bersama masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada 21 s.d 24 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan terdiri atas tiga bagian: observasi, pengabdian masyarakat, dan pementasan.
Observasi Topeng Bakumpai
Rangkaian dimulai dengan observasi terhadap Topeng Bakumpai. Melalui observasi ini, anggota muda mempelajari kesenian, lingkungan budaya, dan pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat Bakumpai, sehingga dapat mengenal lebih dekat salah satu bentuk kesenian yang tumbuh di sana.
Bakti Kampoeng
Selanjutnya, anggota muda mengikuti Bakti Kampoeng, yaitu kegiatan pengabdian bersama masyarakat Kelurahan Lepasan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun interaksi, berbagi pengalaman, dan mengambil bagian dalam kehidupan warga selama anggota muda tinggal di desa.
Pementasan
Pementasan menjadi wujud pengolahan pengalaman yang diperoleh anggota muda selama berproses di KSB ULM. Karya yang ditampilkan tidak mengadaptasi Topeng Bakumpai sebagai materi utama, melainkan berangkat dari hal-hal yang dijumpai langsung dalam kehidupan masyarakat, khususnya aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sawah dan pertanian.
Makna Tema
Pentas Tunggal Anggota Muda XVIII tidak hanya dimaknai sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai perjalanan proses. “Langkah Baimbai” menggambarkan perjalanan yang ditempuh bersama, sedangkan “Bakti Manuntung” merepresentasikan upaya menyelesaikan proses tersebut melalui keterlibatan, pengabdian, dan karya.
Isya, Ketua Pelaksana Pentas Tunggal Anggota Muda XVIII KSB ULM, menyampaikan, ”Harapan saya untuk KSB, semoga ke depannya KSB bisa terus menjadi rang untuk berkarya sekaligus belajar dari Masyarakat. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa seni itu bukan cuma soal apa kita tampilkan di panggung, tetapi juga tentang cerita, nilai, dan persoalan yang ada dibaliknya. Apalagi ketika kami melihat kondisi Topeng Bakumpai dan semakin sedikitnya orang yang meneruskan tradisi ini, saya berharap pengalaman tersebut bisa menjadi pengingat bagi kami bahwa kebudayaan perlu dijaga bersama. Semoga KSB bisa terus hadir bukan hanya untuk menampilkan karya, tetapi juga memberikan manfaat dan ikut menjaga keberlanjutan kebudayaan di masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, KSB ULM berharap anggota muda memahami bahwa berkesenian tidak hanya berlangsung di atas panggung. Pengalaman bersama masyarakat, lingkungan tempat tinggal, dan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber gagasan dalam membangun karya. KSB ULM berupaya mempertemukan proses belajar, pengabdian, dan penciptaan karya dalam satu perjalanan bersama masyarakat Kelurahan Lepasan.
Informasi Pementasan
• Hari/Tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2026
• Waktu: 19.30-selesai
• Tempat: Desa Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.
• Terbuka untuk: umum, tiket gratis.
Tentang KSB ULM
Kampoeng Seni Boedaja adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas di Universitas Lambung Mangkurat yang bergerak di bidang seni dan budaya.
Kontak Media
0895-3365-49605 – Sekar Nurastriana Febriani
0838-0272-2091 – Kampoeng Seni Boedaja
| Email ksb.ulm..id | Instagram @ksb_ulm | Facebook Kampoeng Seni Boedaja









Leave a Reply