Cerita Perempuan Tangguh di Tengah Modernitas

Waktu Baca: 2 menit

Menyingkap Sudut Sudimampir
Kawasan Pasar Sudimampir Banjarmasin menjadi pencatat bisu perjuangan yang terkadang tak tertangkap dalam kesadaran kita. Di tengah hiruk-pihuk dan himpitan kehidupan modern, mari sejenak menjadi fleneur, seorang pengelana yang merekam cerita perempuan-perempuan tangguh demi menyambung hidup.

Kembangnya Lima Ribu!
Surnita menunggui bunga rampai segarnya di bawah pohon, melindungi kepalanya dari terik matahari. Ia berjualan dari pukul 08.00 sampai 16.00, mengharapkan rezeki dari pengendara yang lewat. Baginya, sebungkus bunga merupakan harapan untuk mengisi perut keluarga hari ini.

Empat Dekade Terlewati
Pasar Sudimampir dari dekade ke dekade mengalami perubahan wajah, namun Marsiah tangguh dengan semangatnya. Selama empat dekade lamanya ia menjajakan berbagai buah seperti salak dan jeruk. Kendati raut wajahnya penuh lipatan keriput, keriangan Marsiah sama segarnya dengan buah-buahan jualannya.

Semerbak Jamu Mengundang
Dengan caping di kepala dan simpul gendongan yang senantiasa melingkar, Kurnidah cekatan meracik kencur, jahe, kunyit asam di gelas untuk disajikan. Sebelumnya, ia bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Akan tetapi, ia memutuskan untuk menjadi pemeran utama atas nasibnya sendiri.

Menyambung Esok Hari
Peran perempuan-perempuan tangguh tak pernah usai meski lampu sorot tak pernah mengarah kepada mereka. Tanpa panggung, tanpa tepuk tangan, mereka adalah bukti nyata perjuangan perempuan untuk memastikan kehidupan diri dan keluarga yang ditanggungnya tetap berjalan esok hari.

FS, ANN, FAN