Di era digitalisasi dan himpitan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam duni pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Banjarmasin bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM)menyelenggarakan pelatihan intensif yang menyasar pers mahasiswa Banjarmasin, Sabtu (11/4). Bertajuk “Menghidupkan Kembali Peran Kritis Pers Mahasiswa di Era Digital dan AI”, penguatan kapasitas teknis dan kesadaran kritis pers menjadi fokus utama pelatihan dalam menghadapi perubahan lanskap media digital.
Kegiatan berlangsung dari 11-12 April 2026, diikuti oleh 20 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) lintas kampus di Kota Banjarmasin. Dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), terdapat LPM Kinday, LPM Intr-O FISIP, LPM Jurnal Kampus, LPM Pusaka Hijau, serta LPM Peristiwa. Sementara itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin diwakili oleh LPM Sukma. Dari Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin hadir LPM Lentera, dan Politeknik Hasnur turut berpartisipasi melalui LPM Asa.
Masduki, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berpendapat bahwa dunia pers dihadapkan dengan tekanan ganda, pers indonesia berada dalam himpitan antara otoritarianisme negara dan dominasi platform digital. “Pers Indonesia menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni otoritarianisme negara yang membatasi ruang gerak media kritis, dan otoritarianisme industri digital yang tidak peduli pada jurnalisme berkualitas,” ujarnya dalam wawancara langsung, Sabtu (11/4).
Ia menambahkan kondisi ini dinilai membuka ruang bagi pers mahasiswa untuk mengambil peran lebih signifikan, terutama ketika media arus utama menghadapi krisis bisnis dan independensi. “Pers mahasiswa bisa menjadi alternatif penting untuk menghadirkan jurnalisme yang jujur dan berpihak pada publik,” tutupnya.
Sekretaris AJI Persiapan Banjarmasin, Arpawi mewakili koordinator, mengungkapkan pentingnya membangun jejaring antar-LPM di tingkat kota. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali jaringan komunikasi antar-LPM. Pers mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya dalam wawancara langsung, Sabtu (11/4).
Pelatihan yang berjalan selama dua hari ini, dirancang berbasis praktik, dengan kombinasi materi ideologis dan teknis. Soraya Alhadi, Fasilitator kegiatan, membagi sesi ke dalam sejumlah topik utama. Pada hari pertama, bersama Donny Muslim, peserta mendapatkan materi sejarah dan nilai pers mahasiswa, serta sesi teknis jurnalistik yang dimulai dari perencanaan liputan, riset, wawancara, hingga penulisan feature dan storytelling yang dibawakan Rendy Tisna.
Berikutnya, pada hari kedua diisi dengan sesi produksi audio visual oleh Yanda Ramadani, yang berfokus pada praktik pembuatan konten visual jurnalistik. Pelatihan ditutup dengan sesi jurnalisme AI oleh Ari Arung Purnama, yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dalam produksi berita.Selain pelatihan dan materi Peserta akan mengerjakan penugasan liputan kolektif. Hasilnya akan didiskusikan dalam pertemuan lanjutan sebagai upaya memperkuat peran pers mahasiswa di Kalimantan Selatan dalam mengawal isu-isu lokal maupun nasional.
ULM turut mendukung kegiatan ini dan melaksanakannya di Aula Wasaka 3 Gedung Rektorat ULM. Muhammad Ilyas, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas ULM, membuka acara sekaligus mengungkapkan pentingnya penguatan profesionalisme pers mahasiswa. “Ini momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan profesionalisme pers mahasiswa,” jelasnya dalam wawancara langsung, Sabtu (11/4).
Ia menegaskan, pers mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial di tengah derasnya arus informasi digital, sekaligus sebagai ruang pengembangan intelektual dan kreativitas mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar dan ruang tumbuh bersama, agar pers mahasiswa tetap kritis, independen, profesional, dan mampu menghadapi tantangan dunia pers digital,” pungkasnya.
SOQ









Leave a Reply