Merdeka Untuk Siapa?

Waktu Baca: < 1 minute

Kami sambut hari lahir dengan gegap gempita,
Indonesia dengan pengharapan yang mengudara dari mimbar.
Sorak kami pecah, seakan bahagia tiba,
aduhai tak lama, jerit peri menggantinya.
Perjuangan menuju negara makmur yang dulu dibayar darah,
kini sirna ditelan kerakusan penguasanya.

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme bak jadi semboyan,
bagi para tikus berdasi di balik titel-titel yang kedodoran.
Mereka menggunung harta, kami menanggung sengsara,
Mereka berdansa ria, kami menyulam lara.
Hukum dan perangkatnya serentak berpaling wajah,
bergeleparan korban di jalanan dan gang perkumuhan,
sebuah negara besar dengan deretan korban tanpa pelaku.

Delapan puluh tahun usia negara kami,
usia sekolah kami pun tak sampai,
bertanya apakah gerangan merdeka sejatinya?
Saatnya penguasa punya mata dan telinga,
untuk menengok rakyatnya yang tertatih-tatih.
Saatnya penguasa punya akal dan hati,
agar kemerdekaan tak sesempit upacara di halaman kami.