Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP ULM) resmi memberlakukan kebijakan parkir gratis di seluruh area fakultas sejak dimulainya semester genap 2025/2026. Penerapan kebijakan ini ditandai dengan spanduk yang terpasang di sejumlah titik area parkir FISIP ULM yang bertuliskan “PARKIR GRATIS. Susun kendaraan Anda dengan rapi”. Kebijakan ini diinisiasi oleh Dekan FISIP ULM sebagai upaya meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah praktik tarif parkir liar di lingkungan kampus.

Dekan baru FISIP ULM, Irwansyah, menilai fasilitas parkir menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi guna meningkatkan pelayanan akademik. Selain itu, pembebasan tarif parkir juga bertujuan menghindari pungutan liar. “Saat awal dilantik, kami menginventarisasi berbagai hal yang perlu dibenahi. Salah satu aspek yang mendesak adalah parkir agar tarif liar tidak lagi terjadi. Untuk itu, kami berupaya menyediakan fasilitas bagi mahasiswa,” ungkapnya dalam wawancara langsung, Selasa (10/3).
Lebih lanjut, Irwansyah memandang perguruan tinggi seharusnya menjadi contoh dalam tata kelola yang baik. “Perguruan tinggi seharusnya menjadi contoh, tidak semestinya ada tarif liar di lingkungan kampus. Ditambah, pungutan itu sulit dipertanggungjawabkan kalau ada audit,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, FISIP ULM turut mengatur sistem pengelolaan parkir dengan mengalihkan petugas parkir menjadi tenaga outsourcing melalui pihak ketiga, yaitu tenaga kerja yang direkrut dan dikelola oleh perusahaan penyedia jasa. “Petugas sebelumnya tetap dilibatkan, namun kini dialihkan sebagai tenaga outsourcing. Para petugas ini digaji oleh fakultas melalui pihak ketiga dan menjadi bagian dari tenaga keamanan,” tambahnya.
Petugas parkir di bagian Gedung Baru FISIP ULM, Fahrizal, menuturkan bahwa ia telah bekerja mengatur parkir di FISIP ULM sejak 2012 lalu. Semenjak diangkat sebagai outsourcing, ada beberapa perubahan dalam pekerjaan kini. “Kami masuk kategori satpam, tugasnya mengawasi. Misalnya, kunci kendaraan tertinggal, kami amankan. Kami juga tidak lagi menyusun motor, meski kadang masih membantu jika ada yang keluar dari garis parkir,” jelasnya dalam wawancara langsung, Selasa (10/3).
Bagi petugas parkir, kini ada sistem presensi kerja Senin hingga Jumat sampai sekitar pukul 18.00 WITA. Sementara itu, di akhir pekan, petugas bekerja setengah hari sampai pukul 12.00 WITA. “Sejak diangkat sebagai tenaga outsourcing, para petugas digaji tetap setiap bulan. Saat hari libur juga tetap menerima gaji,” ujar Irwansyah.
Kabar parkir gratis ini disambut baik oleh mahasiswa FISIP ULM, Adelia Rizki Nuur Aliffa, mengungkapkan sebelum dinyatakan gratis, ia sering parkir di halaman Masjid Baitul Hikmah yang berada di depan Gedung Lama FISIP ULM. “Sekarang, setiap pagi parkiran di halaman FISIP ULM selalu penuh, dan area parkir masih dijaga serta dirapikan,” tutur mahasiswi Ilmu Komunikasi 2025 ULM ini dalam wawancara daring, Jumat (6/3).
Selaras, Muhammad Azka Musyaffa, mahasiswa Administrasi Bisnis 2025 ULM turut merasakan dampak positif dari pemberlakuan bebas tarif. Ia menilai mengeluarkan kocek Rp1000 memang kecil, akan tetapi ia khawatir jika terus-menerus dilakukan dalam waktu yang lama. “Peniadaan biaya parkir sekarang sangat membantu mengurangi pengeluaran,” ungkapnya dalam wawancara langsung, Jumat (6/3).
Fahrizal turut merasakan perubahan setelah kebijakan parkir gratis diterapkan. Ia menuturkan kebijakan bebas tarif ini terasa berbeda dengan sebelumnya dari segi beban yang ditanggung. “Sebelumnya memang masih menyusun, tetapi untuk sekarang semestinya tidak lagi,” tuturnya. Selain pembebasan dari mengatur kendaraan, terdapat juga nilai tambah berupa insentif. Insentif ini meliputi gaji sesuai standar dan fasilitas BPJS yang ditanggung oleh fakultas.
Kebijakan parkir gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan area parkir di lingkungan FISIP ULM. Sultanah Jihan Nabila, mahasiswi Administrasi Publik 2025 ULM mengungkapkan harapannya untuk keberlangsungan kebijakan bebas tarif parkir. “Harapannya, kebijakan ini seterusnya diberlakukan dan pengelolaan parkir dapat lebih diperhatikan, tidak hanya mencakup bagian luar tetapi bagian dalam area parkir Gedung Lama FISIP ULM,” tuturnya dalam wawancara daring, Jumat (6/3).
Irwansyah pun berharap tidak sekadar berfokus pada pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi area parkir. “Pertama-tama prioritas kami adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Setelahnya, peningkatan kualitas akademik, salah satunya dengan mendukung program studi yang ingin mengajukan akreditasi,” tutupnya.
(NDA, NFS)









Leave a Reply