Cerita Inspiratif Syarifah Khusnul Khotimah, Wisudawan Terbaik FISIP di Wisuda ke-131 ULM

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi Syarifah
Waktu Baca: 4 menit

Syarifah Khusnul Khotimah berhasil menjadi wisudawan terbaik ke-131 Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP ULM) 2026 dengan predikat
cumlaude. Ia berhasil menyelesaikan S-1 Geografi dalam waktu 3 tahun 9 bulan dengan Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Pelaksana Program
Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi Republik Indonesia 2023 (PPK Ormawa Kemendiktisaintek).

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi Syarifah

Langkah Awal Meraih Impian

Syarifah, begitulah ia akrab dipanggil. Perempuan kelahiran 21 September 2003 ini lahir dan besar di Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. 

Kilas balik di SMAN 1 Simpang Empat, Syarifah belajar di jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Ketika masuk kuliah, ia harus beradaptasi dengan materi. “Saya harus belajar lebih banyak dibandingkan mereka yang dari SMA memang fokus di Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),” ucapnya dalam wawancara daring, Jumat (17/7). 

Ketertarikan Syarifah pada Geografi bermula dari rasa pekanya terhadap kondisi iklim, masyarakat dan lingkungan. Meski mengambil fokus MIPA, ia tetap bersikeras ingin mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi hingga tingkat provinsi pada tahun 2021.

 “Setelah mengikuti Olimpiade Geografi, saya mempersiapkan diri dan niat untuk melanjutkan pendidikan di bidang Geografi dan masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” tuturnya. 

Selama berkuliah di ULM, Syarifah harus beradaptasi dengan lingkungan baru. “Kuliah Geografi cukup menantang karena saya tidak punya teman sama sekali. Jadi, harus beradaptasi mencari teman yang bisa diajak ngobrol dan belajar,” ungkapnya.

Disiplin dan Tekad Syarifah

Tidak hanya aktif secara akademik, Syarifah juga menjadi ketua tim ajang pendanaan PPK Ormawa Kemendikti Saintek 2023 yang mewakili Himpunan Mahasiswa Geografi ULM. Ia berhasil membawa himpunannya tembus mendapatkan pendanaan dengan total sekitar Rp34 juta dari kementerian.

“Kami dituntut menyusun proposal penelitian agar tembus di kementerian. Bolak-balik berkonsultasi dan mencari ide yang relevan dengan topik yang kami ambil. Hingga larut malam, kami masih berada di gedung prodi,” jelasnya mengenang perjuangan itu.

Syarifah juga mengikuti kompetisi esai nasional pada 2024 lalu bersama temannya Suriani Harefa, Mahasiswa Geografi yang satu angkatan dengannya. Mereka berhasil melangkah sebagai finalis tinggal nasional hingga ke Bandung dan membawa pulang penghargaan sebagai juara tiga.

Pencapaian membanggakan ini membutuhkan kebiasaan khusus. Salah satunya adalah disiplin mengulang materi kuliah setiap malam usai salat. “Saya biasanya belajar maksimal sampai pukul 22.00 WITA. Setelah itu, baru benar-benar tidur atau melakukan kegiatan lain. Bagi saya, tidak efektif kalau berlebihan,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan padat Syarifah menuntutnya untuk membagi waktu antara akademik, kepanitiaan, dan lomba. Ia memanfaatkan waktu luang dengan mencicil setiap pekerjaan dan mengerjakannya secara optimal.

“Saya selalu berusaha seoptimal mungkin mengerjakan setiap tugas. Bagi saya, tugas itu adalah amanah,” ucapnya.

Mahasiswa Harus Punya Integritas Moral

Telah menyelesaikan perjalanan berkuliah yang panjang, Syarifah menyimpan harapan besar untuk mahasiswa lainnya agar tetap fokus pada tujuannya masing-masing.

Ia mengingatkan, setiap orang memiliki garis awal dan hambatan yang berbeda-beda. “Namun, tidak bisa disamakan dengan kemajuan orang lain. Karena setiap orang punya tantangannya tersendiri,” ujarnya.

Bagi Syarifah, predikat lulusan terbaik hanyalah sebuah bonus. Ada hal yang lebih penting lagi bagi seorang mahasiswa, yaitu integritas moral.

“Saya selalu menekankan pada diri sendiri, komitmen dan tanggung jawab itu sangat penting di manapun kita berada. Hal itu harus tetap kita pegang teguh karena orang lain akan menilai kita dan memberi kesempatan berdasarkan hal-hal tersebut,” ucapnya.

Syarifah juga berpesan agar jangan bersikap rendah diri dan selalu berusaha. “Belajarlah semaksimal mungkin, jangan pernah merasa tidak bisa melakukan sesuatu, dan capailah sesuatu yang dapat membahagiakan kita,” tuturnya.

Terakhir, Syarifah berharap ULM dapat selalu mendukung mahasiswanya yangberprestasi. “ULM harus terus mendukung mahasiswanya untuk tetap berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” tutupnya.

(TIA, MLS, RSA)